Minggu, 13 Januari 2019

10 Tips Mendoakan Agar Memiliki Anak-Anak yang Saleh

Assalamualaikum wr. wb.
Untuk para Ibu-Ibu tersayang ...
Salam dari Prof. Muhaya untuk semua orang tua ...


Mari kita amalkan 10 tips mendoakan agar memiliki anak-anak yang saleh .... terutama tips nomor 6 ...
  1. Kalau tiba-tiba teringat pada anak, kirimkan bacaan Al Fatihah. Sampai ke ayat "Iyyakanakbudu waiyyakanastain" (Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.), mintalah apa-apa hajat saat itu yang ada hubungannya dengan anak yang kita ingat saat itu, habiskan bacaan surah Al Fatihah doakan semoga anak kita diberi kepahaman yang sebenarnya dalam urusan agamanya, memiliki ilmu yang bermanfaat, dan serahkan urusan anak kepada Allah untuk menjaganya.
  2. Pandang wajahnya saat dia tidur, ucapkan ... "Ibu mau (nama anak) jadi anak yang saleh, sayang ..."
    Coba amalkan (seperti kata ustaz, kata-kata ini bermakna kita bercakap dengan rohnya) dan ucapan ini adalah DOA, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
  3. Bangun salat malam, salatlah di sisinya. Maksudnya kita salat dalam kamar dia dan dekat dengan Anda. Jika Kita sering melakukannya dan kita juga selalu beritahu dia bahwa kita sering doakan dia, dia akan merasakan satu ikatan kasih sayang yang hakiki yang kita sangat sayang pada dia dan mau dia jadi anak yang saleh. Dia akan tahu kita selalu salat hajat untuknya.
  4. Minta dikasihani. Ucapkan setiap saat bahwa kita ini sedang menunggu panggilan Allah. Jika dia tidak jadi anak saleh bermakna dia tidak sayang kita dan tentunya kita akan merana di Alam Barzakh nanti.
  5. Peluklah anak selalu walaupun dia sudah besar, sebagaimana kita sayang dia saat kecilnya. Aura ciuman dan belaian Ibu sambil bisikkan padanya bahwa kita bangga mempunyai anak sepertinya.
  6. Maafkan anak kita setiap waktu walaupun perbuatannya amat melukai hati kita. Muhasabah diri, mungkin kesalahan yang anak kita lakukan itu adalah karena dosa-dosa kita di masa lalu.
  7. Yang paling penting jaga tutur kata kita, jangan sekali-kali ucapkan perkataan yang bisa melukai hatinya. Jika ini terjadi juga karena kita khilaf, cepat-cepat cari waktu yang sesuai untuk kita minta maaf padanya. Mengakulah padanya itu kelemahan kita, kita marah karena dia berbuat salah, bukan bermaksud membenci.
  8. Amalkan membaca ayat 40 Surah Ibrahim supaya kita, anak kita dan keturunan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang tetap mendirikan salat.
    (Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku)
  9. Selalu ingatkan anak bahwa tak guna ada pangkat, belajar tinggi, harta, hafal Alquran sekali pun ... jika tidak mempunyai akhlak yang mulia. Allah tidak melihat wajah yang cantik tapi melihat hati yang cantik.
  10. Saat mencuci beras niatkan ... "Ya Allah ... lembutkanlah hati anak-anakku, sebut nama anak kita ... untuk paham agamanya ... (kenapa kita mau dia paham agama, karena anak yang tak paham agama akan bawa orang-tuanya juga ke neraka) ... seperti engkau lembutkan beras ini menjadi nasi."
    Cuci beras lawan arah jam (putar ke kiri seperti orang tawaf) sambil selawat kepada Nabi Muhamad saw.
    Hati jangan lalai saat melakukannya, dan ingat kepada Allah selalu.

via: Prof. Dr. Muhaya

✍ Tausiah ini tidak hanya untuk diri saya saja, maka saya share untuk manfaat kita bersama ... ✍ ๐Ÿ™

_____

@grupTele, 07052017

Rabu, 11 Juli 2018

Jabatan dan Pemimpin

■ PERINGATAN KERAS UNTUK PEMIMPIN YANG CURANG DAN ZALIM

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

ู…َุง ู…ِู†ْ ุนَุจْุฏٍ ูŠَุณْุชَุฑْุนِูŠู‡ِ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฑَุนِูŠَّุฉً ูŠَู…ُูˆุชُ ูŠَูˆْู…َ ูŠَู…ُูˆุชُ ูˆَู‡ُูˆَ ุบَุงุดٌّ ู„ِุฑَุนِูŠَّุชِู‡ِ ุฅِู„ุงَّ ุญَุฑَّู…َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ

“Tidaklah mati pada hari matinya seorang hamba yang Allah berikan kekuasaan kepadanya untuk mengurus rakyat sedang ia dalam keadaan berbuat curang kepada rakyatnya, kecuali Allah haramkan surga atasnya.” [HR. Muslim dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu’anhu]

Kecurangan dalam hadis ini—sebagaimana yang dijelaskan para ulama—mencakup kecurangan dalam mengurus masalah-masalah dunia kaum muslimin, maupun kelemahan dalam mendidik dan menjaga agama mereka, seperti  tidak mengajarkan aqidah yang benar dan ibadah yang sesuai petunjuk Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, tidak pula melindungi mereka dari ajaran-ajaran yang menyimpang dan sesat.

■ JABATAN ADALAH CELAAN, PENYESALAN, DAN AZAB DI HARI KIAMAT

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

ุฅِู†ْ ุดِุฆْุชُู…ْ ุฃَู†ْุจَุฃْุชُูƒُู…ْ ุนَู†ِ ุงู„ุฅِู…َุงุฑَุฉِ ูˆَู…َุง ู‡ِูŠَ؟ ุฃَูˆَّู„ُู‡َุง ู…َู„ุงู…َุฉٌ، ูˆَุซَุงู†ِูŠู‡َุง ู†َุฏَุงู…َุฉٌ، ูˆุซَุงู„ِุซُู‡َุง ุนَุฐَุงุจٌ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุฅِู„ุง ู…َู†ْ ุนَุฏَู„َ ูˆَูƒَูŠْูَ ูŠَุนْุฏِู„ُ ู…َุนَ ุฃَู‚ْุฑِุจِูŠู‡ِ؟

“Kalau kalian mau niscaya akan kukabarkan tentang kekuasaan, apakah itu? Kekuasaan itu awalnya adalah celaan, keduanya adalah penyesalan dan ketiganya adalah azab di hari kiamat, kecuali orang yang adil, dan betapa sulitnya ia berlaku adil tatkala berkaitan dengan orang terdekatnya.” [HR. Al-Bazzar dan Ath-Thabrani dari ‘Auf bin Malik radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 1562]

■ PEMIMPIN HARUS KUAT DAN AMANAH

Sahabat yang mulia Abu Dzar radhiyallahu’anhu berkata,

ู‚ُู„ْุชُ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَู„ุงَ ุชَุณْุชَุนْู…ِู„ُู†ِู‰ ู‚َุงู„َ ูَุถَุฑَุจَ ุจِูŠَุฏِู‡ِ ุนَู„َู‰ ู…َู†ْูƒِุจِู‰ ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ ูŠَุง ุฃَุจَุง ุฐَุฑٍّ ุฅِู†َّูƒَ ุถَุนِูŠูٌ ูˆَุฅِู†َّู‡َุง ุฃَู…َุงู†َุฉٌ ูˆَุฅِู†َّู‡َุง ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุฎِุฒْู‰ٌ ูˆَู†َุฏَุงู…َุฉٌ ุฅِู„ุงَّ ู…َู†ْ ุฃَุฎَุฐَู‡َุง ุจِุญَู‚ِّู‡َุง ูˆَุฃَุฏَّู‰ ุงู„َّุฐِู‰ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูِูŠู‡َุง

“Aku pernah berkata: Wahai Rasulullah, tidakkah engkau mengangkatku menjadi pejabat? Beliau menepuk bahuku dengan tangannya kemudian bersabda: Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau lemah, dan jabatan adalah amanah, dan sungguh ia adalah kehinaan dan penyesalan di hari kiamat, kecuali orang yang mendapatkannya dengan cara yang benar dan menunaikan kewajibannya di dalamnya.” [HR. Muslim]

■ PEMIMPIN HARUS MENDALAMI ILMU AGAMA

Sahabat yang Mulia Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu berkata,

ุชَูَู‚َّู‡ُูˆุง ู‚َุจْู„َ ุฃَู†ْ ุชُุณَูˆَّุฏُูˆุง

“Perdalamlah ilmu agama sebelum kalian diangkat menjadi pemimpin.” [Shahih Al-Bukhari]

Semoga Allah memberikan pertolongan kepada para pemimpin kaum muslimin di seluruh negeri, untuk dapat mengurus kaum muslimin sesuai dengan syari’at Allah ta’ala agar meraih kebaikan di dunia dan akhirat, bukan celaan, kehinaan dan azab di hari kiamat.

Sumber:
https://web.facebook.com/sofyanruray.info/posts/1021852797964202
https://www.instagram.com/p/BkgQhaohyhT/

Rabu, 04 Juli 2018

Game Memetik Pahala

Ini ada games bagus di bawah ๐Ÿ‘‡ ๐Ÿ‘‡ dibaca baik-baik yah! 
Game memetik pahala.
  1. Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, LIHAT nomor 5.
  2. Subhanallaah Wa Bihamdih! Lari ke nomor 8. Cepat!!!
  3. Laa Ila Ha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadz Dzalimiin ... go to number 7.
  4. Laa Ilaaha Illallah. Sebentar, dikit lagi go to number 9.
  5. Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Pergi ke nomor 2.
  6. Lahawla Wala Quwwata Illa Billah Hil 'Aliyyil 'Adzim. Singgah ke 4.
  7. Masya Allah sabarnya kalian. Pergi nomor 12 dahulu.
  8. Allahu akbar! Pindah ke nomor 3.
  9. Alhamdulillah 'Ala Ni'matal Islam. Dah dekat! Pergi ke nomor 13.
  10. Astaghfirullah al 'adziim! Istighfar. Jangan marah. Akhi/ukhti tahu jawabannya nanti. Pergi ke nomor 6.
  11. Alhamdulillah antum sudah dapat pahala. 
  12. Selawatlah. Allahumma Sholli 'Ala Muhammad, Wa'ala 'Ali Muhammad. Move to number 10.
  13. Masya Allah. Ni yang terakhir. Pergi ke nomor 11.

Selamat bermain bagikan pada teman, sahabat, dan keluargamu, biar ikut senyum juga sekaligus mendapat pahala.


Ayoo ... biasakan berzikir

_____
(surat elektronik | anonim)

Rabu, 27 Juni 2018

Larangan Dalam Islam Ketika Suami Istri Berhubungan

ISLAM sudah dengan jelas mengatur tata cara berhubungan di tempat tidur antara suami-istri. Maka dari itu, sudah jelas kiranya bahwa ketika berhubungan, ada setidaknya yang tidak diperbolehkan antara suami dan istri. Apa saja?

1. Dilarang berhubungan tanpa membaca doa

Rasulullah saw. bersabda: “Apabila salah seorang mereka akan menggauli istrinya, hendaklah ia membaca: ‘Bismillah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami’. Sebab jika ditakdirkan hubungan antara mereka berdua tersebut membuahkan anak, maka setan tidak akan membahayakan anak itu selamanya.” (Shahih Muslim No.2591).

Rasul sudah mengajarkan doa yang senantiasa dibaca ketika akan bermesraan. Jika belum hafal, maka bisa dibaca di bawah ini:

“Bismillah. Allahumma jannabnasyoithona wa jannabisyaithona maa rojaktanaa.”

Artinya: Dengan nama Allรขh. Ya Allรขh, hindarkanlah kami dari setan dan jagalah apa yang engkau rezekikan kepada kami dari setan

2. Dilarang berhubungan tanpa pendahuluan

Betapa pentingnya sebuah pendahuluan dalam berhubungan, utamanya untuk istri. Pendahuluan bisa berupa ucapan romantis, kecupan dan cumbu rayu. Hal ini sesuai dengan: Sabda Rasul Allรขh SAW: “Siapa pun di antara kamu, janganlah menyamai istrinya seperti seekor hewan bersenggama, tapi hendaklah ia dahului dengan perantaraan.” Selanjutnya, ada yang bertanya: “Apakah perantaraan itu?” Rasul Allรขh SAW bersabda, “Yaitu ciuman dan ucapan-ucapan romantis.” (HR. Bukhรขri dan Muslim).

3. Dilarang berhubungan tanpa penutup/selimut

“Dari ‘Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa apabila kalian mendatangi istrinya (berjima’), maka hendaklah menggunakan penutup dan janganlah telanjang seperti dua ekor himar.” (HR Ibnu Majah).

Maksudnya adalah jangan bertelanjang seperti hewan yang kelihatan kemaluannya saat berhubungan. Tapi pakailah selimut sebagai penutup, atau bertelanjang dalam selimut.

4. Dilarang berhubungan melalui dubur/anus

  • Dari Abi Hurairah Radhiallahu’anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Dilaknat orang yang menyetubuhi wanita di duburnya,” (HR Ahmad, Abu Daud dan An-Nasai).
  • Dubur atau anus—maaf—adalah tempat pembuangan kotoran, yang membahayakan kesehatan jika berhubungan suami-istri melaluinya.

5. Dilarang berhubungan saat istri haid

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: ‘Haid itu adalah kotoran’. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari perempuan di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allรขh kepadamu. Sesungguhnya Allรขh menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri,” (QS. Al-Baqarah/2: 222).

6. Dilarang menyebarluaskan masalah hubungan

“Sesungguhnya di antara manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari Kiamat adalah laki-laki yang menyetubuhi istrinya dan istrinya memberikan kepuasan kepadanya, kemudian menyebarkan rahasia istrinya,” Diriwayatkan oleh Imam Muslim (2597) dan Abu Dawud (4227).

Semoga bermanfaat ๐Ÿ™‚

_______
@grupTele, 04122017

Kamis, 14 Juni 2018

Doa Rasulullah SAW di Akhir Ramadan

Mari kita semua yang menunaikan ibadah puasa aminkan dalam hati ๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚ ...

Doa Rasulullah SAW di Akhir Ramadan

“Yaa Allah! Janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau menetapkan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yang dirahmati, bukan puasa yang sia-sia.”

“Seandainya masih ada padaku dosa yang belum Engkau ampuni atau dosa yang menyebabkan aku disiksa karenanya, sehingga terbitnya fajar malam ini atau sehingga berlalunya bulan ini, maka ampunilah semuanya wahai Zat Yang Paling Pengasih dari semua yang mengasihi.”

“Yaa Allah! Terimalah puasaku dengan sebaik-baik penerimaan, perkenan, kemaafan, kemurahan, pengampunan, dan karidaan-Mu. Sehingga Engkau memenangkan aku dengan segala kebaikan, segala anugerah yang Engkau curahkan di bulan ini.”

“Selamatkanlah aku dari bencana yang mengancam atau dosa yang berterusan. Demikian juga, dengan rahmat-Mu masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan (keutamaan) di Lailatul-Qadar. Malam yang telah Engkau tetapkan lebih baik dari seribu bulan.”

“Semoga perpisahanku dengan bulan Ramadan ini bukanlah perpisahan untuk selamanya dan bukan juga pertemuan terakhirku. Semoga aku dapat kembali bertemu dengan Ramadan mendatang dalam keadaan penuh harapan dan kesejahteraan.”

“Aamiin aamiin Yaa Mujiibas-Saailiin”

Aku akan selalu
merindukanmu yaa Ramadan …

๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir batin.

_______
@grupWA, 14062018